Rabu, 12 Oktober 2011

Sistem penghitungan biaya standard dan analisis varians

Nama              : Anggit.Setiyadi
Npm                : 30409425
Kelas              : 3 ID 05
Mata kuliah   : Analisis & Estimasi Biaya (soft skill)

Sistem penghitungan biaya standard  dan analisis varians

Biaya standar, merupakan biaya yang ditentukan di muka (predetermine cost) yang merupakan jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk menghasilkan satu unit produk.
Untuk menentukan biaya standar unit untuk suatu input tertentu, dua keputusan harus dibuat :
1. Jumlah input yang seharusnya digunakan per unit output (keputusan kuantitas), yang
menghasilkan standar kuantitas.
2. Jumlah yang seharusnya dibayar untuk kuantitas input yang digunakan (keputusan harga), yang menghasilkan standar harga.
a.    Sistem baku penghitungan biaya produksi
Biaya produk adalah informasi yang sangat penting sebagai dasar untuk pengambilan keputusan manajerial di suatu perusahaan manufaktur. Keputusan untuk menetapkan harga jual dan bauran produk adalah hal-hal yang bersifat kritikal dan strategik untuk organisasi dalam menghadapi persaingan di pasar. Biaya produk yang memiliki nilai strategik di perusahaan memberi implikasi bahwa biaya ini harus dapat diukur, dihitung, dan ditentukan dengan benar dan akurat. 
Perhitungan biaya produk berdasarkan fungsi membebankan biaya dari bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung ke produk dengan menggunakan penelusuran langsung. Secara spesifik, perhitungan biaya berdasarkan fungsi menggunakan penggerak aktivitas tingkat unit untuk membebankan biaya ovehead ke produk. Penggerak aktivitas tingkat unit adalah faktor yang menyebabkan perubahan dalam biaya seiring dengan perubahan jumlah unit yang diproduksi. Contoh dari penggerak tingkat unit : Unit yang diproduksi, Jam tenaga kerja langsung, Biaya tenaga kerja langsung, Jam mesin, Biaya bahan baku langsung.

b.    Analisis varians
Walaupun fokus dari bagian ini adalah pada perbandingan antara kinerja aktual dengan anggaran, manajer operasi yang kompeten juga mengadopsi mentalitas perbaikan yang kontinu, atau Kaizen. Mereka tidak berasumsi bahwa kinerja yang optimal adalah yang sesuai dengan anggaran.  Hampir semua perusahaan membuat analisis bulanan atas perbedaan antara pendapatan dan beban aktual dengan yang dianggarkan untuk setiap unit bisnis dan untuk organisasi keseluruhan.  Analisis yang seksama mengidentifikasikan penyebab dari varians tersebut dan unit organisasi yang bertanggung jawab untuk itu. Sistem yang efektif mengidentifikasikan varians yang terjadi ke tingkat manajemen terendah. Varians bersifat hierarkis. Varians dimulai dengan kinerja unit bisnis keseluruhan yang dibagi menjadi varians pendapatan dan varians beban. Varians pendapatan dibagi lebih lanjut menjadi varians volume dan varians harga untuk unit bisnis keseluruhan dan untuk setiap pusat tanggung jawab pemasaran dalam unit tersebut.Varians tersebut dapat dibagi lebih lanjut berdasarkan area dan distrik penjualan.
Kerangka analisis yang digunakan dalam analisis varians meliputi ide-ide berikut ini :
·      Mengidentifikasikan faktor-faktor penyebab kunci yang mempengaruhi laba
·      Merinci varians laba keseluruhan berdasarkan faktor-faktor penyebab kunci tersebut
·      Fokus pada dampak laba dari variasi dalam setiap faktor penyebab
·      Mencoba untuk menghitung dampak yang spesifik dan dapat dipisahkan dari setiap faktor penyebab dengan cara menvariasikan satu faktor saja sementara faktor-faktor lainnya dianggap konstan.
·      Menambahkan kompleksitas secara bertahap, lapis per lapis, mulai dari tingkat akal sehat yang paling mendasar.
·      Menghentikan proses tersebut ketika kompleksitas yang ditambahkan di tingkat yang baru dibuat tidak dijustifikasi dengan tambahan wawasan mengenai faktor penyebab yang mendasari varians laba keseluruhan.

VARIANCE ANALYSIS
SP = Standar price per unit suatu input
SQ = kuantitas standar input yang diizinkan untuk output actual
AP = actual price per unit input
AQ = actual quantity input aktual yang digunakan
Variansi Harga dan Efisiensi
Total variansi = Variansi Harga + Variansi Penggunaan
= (AP – SP)AQ + (AQ – SQ)SP
= ((AP x AQ) – (SP x AQ)) + ((SP x AQ) – (SP – AQ))

Konsep biaya dan jenis jenis biaya

Nama              : Anggit.Setiyadi
Npm                : 30409425
Kelas              : 3 ID 05
Mata kuliah   : Analisis & Estimasi Biaya (soft skill )

Konsep biaya  dan jenis jenis biaya

a.              Konsep biaya adalah nilai tukar, pengeluaran, pengorbanan, untuk memperoleh manfaat.
b.             Biaya tetap Biaya yang jumlah totalnya tetap walau quantitas yang diproduksi berubah dalam kapasitas normal / range tertentu.
c.              Biaya variabel adalah Biaya yang bervariasi secara proporsional dengan quantitas yang diproduksi.
d.             Biaya langsung adalah biaya-biaya untuk pengadaan sumber daya yang terkait secara langsung dengan pelaksanaan setiap kegiatan yang tercantum dalam pay item kontrak.
·      Peralatan
·      Bahan baku
·      Tenaga Kerja
·      Subkontraktor
e.              Biaya tidak langsung adalah  segala biaya yang terkait dengan penyelenggaraan proyek dan tidak bisa dibebankan secara langsung
·      Biaya lapangan umum
·      Gaji pelaksana
·      Biaya administrasi
f.              Biaya order adalah salah satu dari banyak sistem penetapan biaya akuntansi yang berbeda. Mencari sistem yang tepat untuk sebuah bisnis adalah kunci untuk pemantauan  dan pengendalian biaya.
g.             Biaya bahan baku
Bahan baku langsung adalah bahan yang dapat ditelusuri ke barang atau jasa yang sedang diproduksi. Biaya bahan ini dapat langsung dibebankan ke produk karena pengamatan fisik dapat digunakan untuk mengukur kuantitas yang dikonsumsi oleh setiap produk. Biaya bahan baku langsung merupakan keseluruhan bahan baku yang diolah menjadi barang jadi dan dapat ditetapkan langsung pada harga pokok dari barang jadi atau dengan kata lain merupakan komponen biaya yang jumlahnya relative besar dalam menghasilkan output dan biasanya merupakan bagian integral dari output tersebut.

h.             Biaya produksi
Biaya produksi adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan pembuatan barang dan penyediaan jasa. Biaya produksi dapat terbagi lagi dalam dua kategori yaitu biaya utama dan biaya konversi.
·      Biaya utama yaitu biaya yang berhubungan langsung dengan produksi yaitu biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung.
·      biaya konversi adalah biaya yang diperlukan untuk memproses bahan baku menjadi produk selesai yaitu biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead.

Jumat, 30 September 2011

PROSES AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN

Nama              : Anggit.Setiyadi
Kelas              : 3 ID05
Npm                : 30409425
Mata Kuliah   : Analisis dan Estimasi biaya


PROSES AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN

A.  Konsep akuntansi biaya
Pengertian Akuntansi (American Accounting Association) : mendefinisikan akuntansi sebagai proses identiifikasi, pengukuran, dan komunikasi informasi ekonomi yang memungkinkan untuk pembuatan pertimbangan-pertimbangan dan keputusan-keputusan oleh para pemakai informasi akuntansi tersebut. 
Sedangkan Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa.
Akuntansi biaya menghasilkan informasi biaya untuk memenuhi berbagai macam tujuan.
1.        Untuk tujuan penentuan harga pokok produksi,  akuntansi biaya menyajikan biaya yang telah terjadi di masa lalu.
2.        Untuk tujuan pengendalian biaya, akuntansi biaya menyajikan informasi biaya yang diperkirakan akan terjadi dengan biaya yang sesungguhnya terjadi, kemudian menyajikan analisis terhadap penyimpangannya.
3.        Untuk tujuan pengambilan keputusan khusus, akuntansi biaya menyajikan biaya yang relevan dengan keputusan yang akan diambil, dan biaya yang relevan dengan pengambilan keputusan khusus ini selalu berhubungan dengan biaya masa yang akan datang.



Siklus Akuntansi

Penjelasan tentang gambar diatas yaitu:
Siklus akuntansi diawali dengan adanya transaksi yang terjadi dalam sebuah perusahaan. Transaksi juga dijadikan sebagai titik awal untuk memulai proses akuntansi, langkah selanjutnya yaitu bukti transaksi merupakan syarat mutlak untuk mengakui keberadaan dari sebuah transaksi dan langkah selanjutnya yaitu jurnal dipakai untuk merekam transaksi pertama kalinya dan akan diteruskan kebuku besar dan selanjutnya melakukan neraca percobaan dan setelah hasil dari neraca percobaan berhasil maka akan masuk ke laporan keuangan dan dari laporan keuangan terdapat tiga bagian yaitu laporan rugi dan laba dan kedua laporan peubahan modal dan ketiga neraca.

B.  Peranan akuntansi dalam penyediaan informasi
Informasi akuntansi adalah data transaksi keuangan untuk suatu periode tertentu yang diikhtisarkan dalam bentuk laporan keuangan (financial statement). Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap informasi akuntansi serta kegunaannya bagi pihak bersangkutan tersebut antaralain:
1. Pimpinan perusahaan (manajemen)
Laporan keuangan bagi pihak manajemen perusahaan berfungsi sebagai berikut:
1)      Bukti pertanggungjawaban terhadap pemilik
2)      Alat penilaian atas operasi perusahaan
3)      Alat untuk mengukur tingkat biaya kegiatan usaha yang dilakukan perusahaan
4)      Alat pembuatan pertimbangan untuk pembuatan rencana perusahaan di masa yang akan datang.
2.    Pemilik perusahaan
Laporan keuangan bagi pemilik berfungsi untuk:
1) Alat penilaian hasil yang telah dicapai oleh pemimpin perusahaan
2) Dasar penentuan taksiran keuntungan dan taksiran perkembangan saham yang Dimilikinya (perusahaan perseroan/PT). 
3. Kreditor dan calon kreditor
Laporan keuangan digunakan oleh kreditor sebagai dasar untuk pembuatan pertimbangan dan keputusan dalam pemberian kredit. Dalam hal ini digunakan untuk mengetahui kredibilitas perusahaan.
4.    Investor dan calon investor
Investor maupun calon investor menggunakan laporan keuangan sebagai dasar penentuan pilihan yang menguntungkan dalam melakukan investasi. Hal tersebut dikarenakan kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh keuntungan dan untuk mempertahankan stabilitas usahanya dapat dilihat dari hasil analisis laporan keuangannya.
5.    Instansi pemerintah
Badan-badan pemerintah seperti Badan Pelayanan Pajak atau badan pengembangan pasar modal (Bapepam), membutuhkan informasi-informasi keuangan dari perusahaan-perusahaan wajib pajak atau perusahaan yang menjual sahamnya melalui pasar modal. Informasi akuntansi merupakan sumber utama bagi badan pemerintah untuk dapat menetapkan pajak perusahaan atau mengawasi perusahaan.
6.   Karyawan
Laporan keuangan perusahaan bagi karyawan berfungsi untuk:
1)   Untuk mengetahui tingkat kemampuan perusahaann tempat mereka bekerja
2)   Untuk menilai perkembangan serta prospek perusahaan tempat mereka bekerja
3)   Sebagai dasar penilaian tingkat kelayakan bonus yang diterima oleh karyawan dibanding dengan keuntungan yang diperoleh perusahaan.

C. Sistem akuntansi untuk proses dokumentasi
Dokumentasi merupakan bukti dari transaksi yang dilakukan suatu transaksi yang dilakukan tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada bukti ontentiknya. Bukti ontentik disini tentu dalam bentuk tertulis. Dalam akuntansi bukti lisan dari seseorang tidak dapat dijadikan sebagai sebuah bukti. Contoh bukti dalam praktek sehari-hari sangat banyak,seperti kwitansi, faktur, kertas bon,perjanjian-perjanjian kontrak kerja dan lain sebagainya.
Dokumentasi dari sebuah transaksi wajib di “file” selama minimal 10 tahun  ini artinya bahwa sebuah bukti wajib disimpan untuk pertanggungjawaban selama masa waktu 10 tahun. Dalam siklus akuntansi dokumentasi ini merupakan bahan pertama kali yang diproses dalam pencatatan akuntansi. Proses pencatatan akuntansi tidak akan ada jika dokumentasinya tidak ada.

D. Laporan keuangan
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
§  Neraca
§  Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
§  Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktiva,kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinerja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.
Pemakai Laporan Keuangan
§  Karyawan
§  Pemasok dan Kreditor usaha lainnya
§  Pelanggan
§  Masyarakat

Tujuan laporan keuangan
§  Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
§  Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan.
§  Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (bahasa Inggrisstewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.